Minggu, 31 Mei 2009

Pemimpin idaman

Seberapa besar keinginan anda untuk Merubah sebuah bangsa, seberapa besar harapan anda untuk kemajuan, dan seberapa besar hasrat anda untuk menghilangkan sebuah Negara dari masalah yang terus menerus bertambah dan tidak ada perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun. Mungkin, mungkin ini pengaruh sistem demokrasi yang dianut sebuah Negara Indonesia yang notabeni diperjuagkan oleh banyak darah orang Islam sehingga saking asyiknya dengan demokrasi tanpa sebuah kata-kata mereka lupakan jasa-jasa orang berjuang untuk berdirinya sebuah Negara, yang konon katanya negeri yang “gemah ripah loh jinawi”. tanpa memperhatikan hak/keinginan yang diusung mereka, mungkinkah tahun ini sebuah bangsa yang bernama Negara Indonesia bisa berubah, mungkin, itu hanya sebuah hayalan belaka yang tak kunjung tercapai.


Bila kita telaah lebih jauh pemimpin yang bagaimana dan seperti apa yang diinginkan oleh anda? Apa hanya sekedar pemimpin yang jika kemudian terpilih, dia bagi kekuasaannya kepada orang yang dianggap berjasa memperjuangkan sebuah keberhasilan, sebuah harapan demi kepentingan dan kemenangan dia, atau sebuah pemimpin yang selalu saling-menjatuhkan, dan dengan sombongnya mengatakan akulah yang pantas menjadi pemimpin. Nol besar bagi orang yang seperti itu, hanya kehancuran dan malapetaka yang didapat oleh bangsa dan Negara jika dipimpin pemimpin yang seperti itu, terus apa yang bisa diharapkan dari peminpin yang seperti itu.

Coba kita lihat Negara yang bagaimana yang membiarkan rakyaknya terlantar. Okelah jika kita melihat, contoh: kota Jakarta, orang yang baru injakkan kaki pertama kali dijakarta mungkin orang sekilas berkata! Sukses besar Indonesia. Padahal Indonesia bukan Jakarta aja bung! yang ada sekarang begitu banyak kesenjangan sosial yang diderita oleh rakyat Indonesia ini. Mungkin system yang seperti sekarang yang diinginkan oleh orang-orang Indonesia, dimana orang bodoh dan miskin menjadi budak orang-orang yang tidak jelas asal usulnya, bahkan agamanya pun kita tidak tahu. Kita hanya bisa berharap, semoga kita tidak memilih pemimpin yang menjadi budak kekuasaan, karena contrengan/pilihan anda akan dipertanggung jawabkan oleh anda sendiri diakherat nanti, dan mudah – mudah contrengan/pilihan kita tidak membawa kita ke neraka jahannam. hml.

0 komentar:

Posting Komentar

KOMPAS.com

الجزيرة نت

Eramuslim: Dunia Islam

  ©Template by Tg. Priok .

Wassalam . . .