Kamis, 27 Agustus 2009

Perang Mengubah Identitas Muslim

Sebuah perang agama dan ideologi telah pecah untuk mengubah identitas muslim, yaitu perang terhadap akidah, pemikiran, dan budaya, ghazwul fikri ini di backing oleh lembaga-lembaga donor yang membuat rencana dan mengarahkan. nah, lembaga-lembaga itu ingin merecoki akal muslim. maka, tidak heran apabila ada seorang muslim yang lahir dari keua orang tua muslim, ditengah keluarga muslim, bahkan tumbuh berkembang dilingkungan muslim, tetapi ia memandang Islam sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman. ia tidak lagi mengidolakan Nabi Muhammad SAW, melaikan Karl Max. Kiblatnya bukan lagi Ka'bah, melainkan Wosington, Paris, Peiking, dan lain sebagainya. pedoman bukan lagi Al-Qur'an bahkan teladan dan imamnya bukan lagi Nabi Muhammad SAW. dengan demikian, Putra - putri muslim hanya sekedar nama.


dimanakah gerangan sosok muslim yang meridhai Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama pilihan, Al-Qur'an sebagai Imam, serta Muhammad sebagai Rasul dan Nabi? di mana orang yang menjawab mereka yang merendahkan syiar islam, mengolok-olok syari'at Islam dan ketentuan-ketentuan Allah Azza wa Jalla, juga memandang para dai Islam sebagai orang kolot, fanatik dan lain sebagainya?

sungguh sebagai perang pemikiran



0 komentar:

Posting Komentar

KOMPAS.com

الجزيرة نت

Eramuslim: Dunia Islam

  ©Template by Tg. Priok .

Wassalam . . .